Mitologi Yunani/Hades dan Persefone

Hades menculik Persefone.

Para dewa mengurung para raksasa di bawah Gunung Etna. Kadang-kadang para raksasa ini memberontak dan berusaha keluar dari kurungan mereka sehingga menyebabkan gunung meletus dan gempa bumi. Hades, dewa dunia bawah, khawatir ulah para raksasa itu akan menyebabkan dunia bawah rusak, sehingga menyebabkan adanya celah yang terbuka pada dunia atas. Oleh karena itu ia lalu menaiki kereta perangnya yang berwarna emas yang ditarik oleh sepasang kuda hitam legam yang abadi dan keluar dari dunia bawah untuk melakukan patroli. Ketika Hades sedang berpatroli tiba-tiba sudut matanya melihat suatu pemandangan yang indah, ia melihat Persefone yang sedang memetik bunga bersama kawan-kawannya para nimfa laut Okeanid di sebuah lembah yang bernama Lembah Nysa. Pada saat itulah Eros (Cupid), dewa asmara, memanah Hades dan membuatnya jatuh cinta pada Persefone yang sedang memetik bunga di Lembah Nysa tersebut. Hades lalu menculik Persephone dan membawanya ke kediamannya di dunia bawah. Persefone berteriak memanggil ibunya, sebelum suaranya ditelan kegelapan dunia bawah. Teriakannya terbawa deru angin hingga ke Olimpus dan terdengar oleh Demeter, ibunya, yang langsung bangkit dan lari mencari putrinya. Tak henti-hentinya ia memanggil nama putrinya dan tanpa kenal lelah ia mengarungi daratan dan lautan ke tempat teriakan anaknya berasal.

Persefone adalah anak gadis dan putri kesayangan Demeter, dewa pertanian dan panen, yang cantik rupawan. Demeter sangat sedih setelah kehilangan anaknya. Demeter mencari Persefone selama berhari-hari tanpa henti. Akhirnya sampailah Demeter di Lembah Nysa yang hijau, tempat para nimfa laut Okeanid yang cantik bermain. Tapi tak satupun yang mengetahui siapa yang telah menculik Persefone. Betapa malangnya nasib sang dewi, sambil menangis ia kembali berlari mencari Persefone selama sembilan hari sembilan malam. Tapi tak ada tanda-tanda keberadaan putri tercintanya, walaupun ia sudah bertanya pada semua orang, bahkan ke peramal-peramal ulung. Semuanya hanya menggelengkan kepala.

Akhirnya di hari kesepuluh, ia bertemu Helios, sang dewa matahari yang dari singgasana emasnya tak pernah luput menyaksikan segala sesuatu yang terjadi di muka Bumi. Dari Helios, Demeter mengetahui anak gadisnya sekarang telah menjadi istri Hades, menjadi ratu kerajaan orang-orang mati, yang tidak akan pernah melihat cahaya matahari dan tinggal selamanya dalam kegelapan abadi.

Persefone berjumpa kembali dengan ibunya.

Demeter sangat Sedih mendengar kabar dari Helios tersebut, Kesedihan Demeter membuat seluruh alam turut berduka. Angin selatan yang dingin datang berhembus merontokkan daun-daun pepohonan, bunga-bunga menjadi layu dan rerumputan hijau mengering. Bumi menjadi padang tandus dan banyak manusia serta binatang mati kelaparan, kesedihan Demeter telah menyebabkan musim dingin dan tanaman tidak dapat tumbuh, hal ini membuat manusia menderita. Akhirnya Zeus sang raja dewa turun tangan, Zeus meminta Hades mengembalikan Persefone pada ibunya. Zeus mengirim Hermes, anak sekaligus utusannya untuk menjemput Persephone. Tapi ternyata si Hades banyak akal. Dia menjebak Persefone untuk memakan delima dunia bawah.

Oleh karena Persefone memakan makanan dari dunia bawah otomatis dia mesti tinggal di dunia. Mengetahui hal ini Zeus pun membuat kesepakatan, setiap enam bulan Persefone harus tinggal di dunia bawah bersama Hades, dan enam bulan berikutnya ia tinggal di dunia atas bersama Demeter Ibunya, dan saat itu pula apabila Persefone tinggal di dunia bawah bersama Hades maka Demeter bersedih, menjadikan bumi dingin dan tanaman tidak tumbuh. Tapi ketika Persefone kembali ke dunia atas bersama Demeter, Bumi kembali hijau karena Demeter sangat bahagia bisa bersama lagi dengan Persefone anaknya. Hal inilah yang menyebabkan pergantian musim.

Sejak saat itu, di saat musim semi dan musim panas tiba, seluruh alam menghijau dan semarak oleh mekarnya bunga-bunga. Alam bersuka ria menyambut kedatangan Persephone untuk menemani ibunya. Sebaliknya bila Persefone harus kembali ke dunia bawah, Bumi menjadi gersang, daun-daun berguguran dan cuaca yang hangat menjadi dingin dan kelabu. Musim gugur dan musim dingin datang mengiringi kesedihan Demeter. Demikianlah, peristiwa itu terus berulang hingga sekarang.